DEFINISI TELEMATIKA

Oktober 12, 2010 at 2:26 pm (Uncategorized)

Asal Mula Kata TELEMATIKA Ini adalah salah satu pengertian tentang telamatika yang saya dapatkan. Semoga artikel ini dapat berguna bagi pembaca yang melihat blog saya.  Orang Indonesia ternyata memang sering sekali mengadopsi bahasa. Salah satu contohnya adalah kata “TELEMATIKA” yang seringkali diidentikkan dengan dunia internet di Indonesia. Dari hasil pencarian makna telematika ternyata Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya system jaringan komunikasi dengan teknologiin formasi.  Para praktisi mengatakan bahwa TELEMATICS merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology). Salah satu milis internet Indonesia terbesar adalah milis Telematika. Dari milis inipun tidak ada penjelasan mengapa milis ini bernama telematika, yang jelas arsip pertama kali tercatat dikirimkan pada tanggal 15 Juli 1999. Dari hasil pencarian di arsip mailing list Telematika saya menemukan salah satu ulir diskusi¬ menarik (membutuhkan login) tentang penamaan Telematika yang dikirimkan oleh Paulus Bambang Wirawan.

Untuk mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari.

Tele=”Telekomunikasi”,

ma=”Multimedia” dan

tika=”Informatika”.

Kita perlu perhatikan perbedaan antara BIDANG ILMU. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya. Jika membaca dari kedua tulisan diatas saya bisa menyimpulkan bahwa sampai saat ini kepanjangan Telematika masih rancu antara “Telekomunikasi dan Informatika” ataukah “Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika”. Saya sendiri dalam percakapan sehari-hari saya lebih sering menggunakan kata “IT” daripada Telematika ataupun ICT. Ataukah memang sudah seharusnya kita menggunakan kata Telematika untuk menggantikan kata IT ataupun ICT? Namun rasanya, kok terlalu dipaksakan ya, jika kita sendiri masih belum mengerti makna sesungguhnya.

Di dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Telematika. Kata telematika berasal dari istilah dalam bahasa Perancis TELEMATIQUE yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Istilah telematika merujuk pada hakekat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika. Istilah Teknologi Informasi itu sendiri merujuk pada perkembangan teknologi perangkat-perangkat pengolah informasi. Para praktisi menyatakan bahwa TELEMATICS adalah singkatan dari TELECOMMUNICATION dan INFORMATICS sebagai wujud dari perpaduan konsep Computing dan Communication. Istilah Telematics juga dikenal sebagai {the new hybrid technology} yang lahir karena perkembangan teknologi digital. Perkembangan ini memicu perkembangan teknologi telekomunikasi dan informatika menjadi semakin terpadu atau populer dengan istilah konvergensi. Semula Media masih belum menjadi bagian integral dari isu konvergensi teknologi informasi dan komunikasi pada saat itu. Belakangan baru disadari bahwa penggunaan sistem komputer dan sistem komunikasi ternyata juga menghadirkan Media Komunikasi baru. Lebih jauh lagi istilah TELEMATIKA kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi TELEKOMUNIKASI, MEDIA dan INFORMATIKA yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi TELEMATIKA kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan teknologi digital atau {the Net}. Dalam perkembangannya istilah Media dalam TELEMATIKA berkembang menjadi wacana MULTIMEDIA. Hal ini sedikit membingungkan masyarakat, karena istilah Multimedia semula hanya merujuk pada kemampuan sistem komputer untuk mengolah informasi dalam berbagai medium. Adalah suatu ambiguitas jika istilah TELEMATIKA dipahami sebagai akronim Telekomunikasi, Multimedia dan Informatika. Secara garis besar istilah Teknologi Informasi (TI), TELEMATIKA, MULTIMEDIA, maupun Information and Communication Technologies (ICT) mungkin tidak jauh berbeda maknanya, namun sebagai definisi sangat tergantung kepada lingkup dan sudut pandang pengkajiannya.

Di Poskan oleh obel.ghacuex

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Makna dari kehidupan

April 9, 2010 at 3:14 am (Uncategorized)

Aku minta pada Tuhan
setangkai bunga segar,
Ia beri aku kaktus berduri.
Aku minta pada Tuhan
binatang mungil nan cantik,
Ia beri aku ulat berbulu.
Aku sempat sedih, protes dan
kecewa. Betapa tidak adilnya ini,
namun kemudian kaktus itu berbunga,
sangat indah sekali, dan ulat itu pun
berubah menjadi kupu – kupu yang teramat
cantik. itulah jalan Tuhan, indah pada waktunya
Tuhan tidak memberi apa yang kita harapkan,
tapi Ia memberi apa yang kita perlukan. Kadang
kita sedih, kecewa, dan terluka, tapi jauh diatasnya
segalanya, Ia sedang merajut yang terbaik untuk kehidupan kita.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ujian Nasional Tingka Sekolah Dasar ( SD )

April 6, 2010 at 12:02 am (Uncategorized)

Dari hasil quisioner tentang ujian nasional sekolah tingkat dasar 80 % dari meraka siap menghadi ujian tersebut, meraka sudah mempersiapkan pembelajaran – pembelajaran tambahan seperti mengikuti les, dan bimbingan – bimbingan diluar sekolah untuk ujian nanti selama 3 bulan ujian nasional itu sendiri akan dilaksanakan pada bulan mei tapi mereka sudah mempersiapkan dari jauh – jauh hari .

Sedangkan siswa – siswi yang kurang atau belum siap dikarenakan mereka jarang hadir dalam pembelajaran tambahan yang di adakan di sekolah tersebut, atau mereka tidak mengikuti bimbingan – bimbingan diluar sekolah, dan mengikuti try out – try out di sekolah, kurang serta orang tua mereka dalam hal ini membuat mereka sangat penting bagi mereka yang akan melaksanakan ujian karena mereka butuh untuk memberikan dukungan.

Sedangkan dari pihak sekolah optimis semjua siswa – siswi mereka dapat lulus semua karena selama ini Les, atau Bimbinag serta Try out yang diadakan di sekolah merak itu bisa membantu mereka agar tak gugup dalam menghadi ujian nanti.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kutipan

April 2, 2010 at 9:18 am (Uncategorized)

Definisi Kutipan

Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dalam buku-buku maupun majalah-majalah. Kutipan juga bisa diartikan sebagai gagasan ide atau pendapat yang diambil dari berbagai sumber.

kutipan dibagi menjadi dua :

– Kutipan Langsung

– Kutipan Tidak Langsung

Definisi Kutipan Langsung

Kutipan langsung adalah kutipan yang ditulis sama persis dengan aslinya baik bahasa maupun ejaannya.

contoh kutipan lansung :

Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain, agar mereka itu percaya dan akhirnya bertindak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh penulis atau pembicara (Keraf, 1983: 3).

Definisi Kutipan Tidak Langsung

Kutipan yang tidak sama persis dengan aslinya pengutip hanya mengambil pokok pikiran dati sumber yang dikuitp untuk dinyatakan kembali dengan kalimat yang disusun pengutip.

contoh kutipan tidak lansung

Seperti dikatakan oleh Gorys Keraf (1983:3) bahwa argumentasi pada dasarnya tulisan yang bertujuan mempengaruhi keyakinan pembaca agar yakin akan pendapat penulis bahkan mau melakukan apa yang dikatakan penulis.


Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Pengertian kalimat Induktif dan Dekdutif

Maret 27, 2010 at 11:45 am (Uncategorized)

Paragraf Deduktif

Paragraf Deduktif adalah paragraf yang ide pokok atau kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan selanjutnya di ikuti oleh kalimat kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

contoh Paragraf Deduktif :

Setiap orang dilahirkan dan di besarkan di dalam lingkungan keluarga. Tak seorangpun yang tidak mengalami kehidupan di dalam keluarga. Pemeliharaan dan pembinaan seseorang anak adalah perwujudan cinta kasih kepada orang tua. Secara alamiah orang tua mempunyai rasa cinta kepada anak. Bagaimanapun keadaannya orang tua tetap akan memelihara dengan penuh kasih sayang terhadap anaknya.

Paragraf  Induktif

Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

contoh Paragraf  Induktif :

Jangan pernah belajar “dadakan”. Artinya belajar sehari sebelum ujian. Belajarlah muai dari sekarang. Belajar akan efektif kalau belajar kumpulan soal. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menjawab soal-soal di buku kumpulan soal. Mencocokannya, lalu menilainya. Barulah materi yang tidak dikuasai dicari di buku. Itulah beberapa tips belajar menjelang Ujian Akhir Nasional.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

keindahan Cinta

Desember 2, 2009 at 2:45 pm (Uncategorized)

Kesenangan sesaat mudah kita jumpai,

tapi kesenangan untuk selamanya sangat

Sulit kita dapatkan,

segala peristiwa lalu tak membuat matamu terbuka

malah semakin buta

kau anggap semua musuh belaka

karena kau belum merasakan cinta

sejati yang dari hati yang paling dalam

INTERPOLASI SPLINE

Dalam matematika bidang analisis numerik, interpolasi spline merupakan bentuk interpolasi dimana interpolant adalah tipe khusus dari piecewise jumlahnya banyak disebut spline. Spline interpolasi adalah lebih disukai interpolasi jumlahnya banyak karena kesalahan interpolasi dapat dibuat kecil bahkan rendah bila menggunakan gelar polynomials untuk spline. Dengan demikian, interpolasi spline menghindari masalah Runge dari fenomena yang terjadi ketika menggunakan tinggi polynomials. Definisi

N diberikan 1 x i knot berbeda seperti yang

x_0 <x_1 <\ cdots <x_ (n-1) <x_n, \, \!

n 1 simpul dengan nilai-nilai y, kami sedang mencoba untuk menemukan spline fungsi dari derajat  n

S (x) = \ left \ (\ begin (matrix) S_0 (x) & x \ in [x_0, x_1] \ \ S_1 (x) & x \ di [x_1, x_2] \ \ \ vdots & \ vdots \ \ S_ (n-1) (x) & x \ di [x_ (n-1), x_n] \ end (matrix) \ right.

dimana setiap S i (x) adalah derajat k yang jumlahnya banyak.

SPLINE INTERPOLASI

Menggunakan interpolasi jumlahnya banyak, yang jumlahnya banyak dari derajat n yang interpolates yang mengatur data yang unik ditentukan oleh data. The spline dari derajat n yang interpolates menetapkan data yang sama tidak unik ditentukan, dan kita harus mengisi n -1 tambahan derajat kebebasan untuk membangun sebuah spline interpolant unik.

INTERPOLASI SPLINE LINEAR

Linear interpolasi spline adalah bentuk yang sederhana dan interpolasi spline sama dengan interpolasi linear. Data poin grafis yang dihubungkan oleh garis lurus. Spline yang dihasilkan akan menjadi poligon jika titik akhir terhubung ke awal poin.

Aljabar, setiap S i adalah fungsi linear dibangun sebagai

S_i (x) = y_i + \ frac (y_ (1) i-y_i) (x_ (i-1) x_i) (x-x_i)

Spline yang harus terus di setiap data titik, yaitu

S_ (i-1) (x_i) = S_ (i) (x_i) \ qquad \ mbox (,) i = 1, \ ldots n -1

Ini adalah kasus seperti yang kita dapat dengan mudah melihat

S_ (i-1) (x_i) = y_ (i-1) + \ frac (y_ (i) y_ (-i-1)) (x_ (i)-x_ (i-1)) ((x_i-x_ i-1)) = y_i

S_ (i) (x_i) = y_i + \ frac (y_ (1) i-y_i) (x_ (i-1) x_i) (x_ (i)-x_i) = y_ (i)

QUADRATIC SPLINE INTERPOLASI

The quadratic spline dapat dibangun sebagai

S_i (x) = y_i + z_i (x-x_i) + \ frac (z_ (i z_i-1)) (2 (x_ (i-1) x_i)) (x-x_i) ^ 2

Koefisien yang dapat ditemukan dengan memilih z 0 dan kemudian menggunakan perulangan hubungan:

z_ (1) = i-z_i + 2 \ frac (y_ (1) i-y_i) (x_ (i-1)) x_i

Dengan koefisien z di atas pada dasarnya yang menjalankan turunan perkiraan. Karena hanya dua titik yang digunakan untuk menghitung berikutnya perulangan dari melengkung (bukan tiga), metode ini adalah rentan terhadap efek osilasi parah ketika sinyal perubahan cepat diikuti dengan sinyal stabil. Tanpa beberapa jenis dampening, hal ini membuat efek osilasi di atas metode yang miskin pilihan. Alternatif yang lebih stabil untuk metode ini merupakan spline kubik melewati tengah poin yang asli, bukan data. Untuk menghitung S i (x) pertama memilih seperti yang j j x -1 <x <x 1 dan j | j x -1 – x | + | j x 1 – x | adalah diminimalkan. Kemudian, cari a, b, c dan d S (x) = ax 3 + bx 2 + cx + d seperti bahwa:

\ begin (align) S \ left (\ frac (x_ (j-1) + x_j) (2) \ right) = \ frac (y_ (j-1) + y_j) (2) \ \ S '\ kiri ( \ frac (x_ (j-1) + x_j) (2) \ right) = \ frac (y_j-j-y_ (1)) (x_ (x_j-j-1)) \ \ S \ left (\ frac ( x_j j + x_ (1)) (2) \ right) = \ frac (y_j j + y_ (1)) (2) \ \ S '\ left (\ frac (x_j j + x_ (1)) (2) \ right) = \ frac (y_ (1) j-y_j) (x_ (1) j-x_j) \ end (align)

Akibatnya, hasil ini satu set Curves yang berkelanjutan di tingkat pertama, sangat stabil (yakni tidak terganggu osilasi efek) dan tidak memerlukan matriks memecahkan besar.

INTERPOLASI KUBIK SPLINE

Untuk mengatur data x (i) dari n 1 poin, kita dapat membangun sebuah spline kubik dengan n piecewise kubik polynomials antara data. Jika

S (x) = \ left \ (\ begin (matrix) S_0 (x), \ x \ in [x_0, x_1] \ \ S_1 (x), \ x \ di [x_1, x_2] \ \ \ cdots \ \ S_ (n-1) (x), \ x \ di [x_ (n-1), x_n] \ end (matrix) \ right.

mewakili spline fungsi interpolating fungsi f, kita memerlukan:

A. yang interpolating properti, S (x i) = f (x i)

B. splines untuk bergabung di atas, S i -1 (x i) = S i (x i), i = 1 ,…, n -1

C. dua kali terus differentiable, S ‘i -1 (x i) = S’ i (x i) dan S”i -1 (x i) = S”i (x i), i = 1 ,…, n -1.

Untuk n polynomials kubik yang terdiri dari S, ini berarti untuk menentukan polynomials ini, kita perlu menentukan kondisi n 4 (sejak jumlahnya banyak untuk satu dari tiga gelar, ada empat kondisi memilih melengkung). Namun, kami memberikan interpolating properti n + 1 syarat-syarat dan kondisi di interior data kepada kita n + 1 – 2 = n – 1 poin setiap data, summing ke 4 n – 2 kondisi. Kami memerlukan dua kondisi, dan ini dapat dikenakan pada masalah untuk berbagai alasan.

Salah satu pilihan hasil dalam apa yang disebut spline kubik clamped, dengan

S '(x_0) = u \, \!

S '(x_k) = v \, \!

untuk memberikan nilai u dan v. Bergantian, kita dapat mengatur

S''(x_0) = S''(x_n) = 0 \, \!

dihasilkan di alam spline kubik. Spline kubik alam sekitar yang sama sebagai curve dibuat oleh spline perangkat. Di antara dua kali terus differentiable semua fungsi, dan alam clamped kubik splines menghasilkan osilasi setidaknya tentang fungsi f yang interpolated. Pilihan lain memberikan periodik jika spline kubik

S (x_0) = S (x_n) \, \!

S '(x_0) = S' (x_n) \, \!

S''(x_0) = S''(x_n) \, \!

MINIMALITY DARI KUBIK SPLINE

Spline kubik yang sangat penting variational interpretasi, sebenarnya ia adalah fungsi yang minimizes fungsional

J (f) = \ int_a ^ b | f''(x) | ^ 2 dx

atas fungsi di ruang Sobolev H 2 ([a, b]).

Fungsional J berisi perkiraan dari total lengkungan  dari grafik f (x) dan kemudian spline adalah perkiraan dari f (x) dengan sedikit lengkungan. Juga aest hetically penampilan.

\ left | \ frac (f''(x)) ((1 + f '(x) ^ 2) ^ (\ frac (3) (2))) \ right |

Sejak total energi yang elastis strip adalah proporsional dengan lengkungan, yang spline adalah konfigurasi minimal energi yang elastis strip terpaksa ke n poin. J spline juga merupakan instrumen untuk merancang berdasarkan elastis strip

ALAM MENGGUNAKAN ITERPOLASI SPLINE KUBIK

Hal ini dapat diartikan sebagai

S_i (x) = \ frac (i z_ (1) (x-x_i) ^ 3 + z_i (x_ (i) 1-x) ^ 3) (6h_i) + \ left (\ frac (y_ (i + 1)) (h_i) - \ frac (h_i) (6) z_ i (1) \ right) (x-x_i) + \ left (\ frac (y_ (i) () h_i) - \ frac (h_i) (6) z_i \ kanan) (x_ (i) 1-x)

Dan

h_i i = x_ (1) - x_i \, \!

Koefisien yang dapat ditemukan oleh sistem ini memecahkan equations:

\ begin (align) z_0 & = 0 \ \ h_ (i-1) z_ (i-1) + 2 (h_ (i-1) + h_i) z_i + h_i z_ (1) & i = 6 \ kiri ( \ frac (y_ (1) i-y_i) (h_i) - \ frac (y_i-y_ (i-1)) (h_ (i-1)) \ right) \ qquad \ mbox (,) i = 1, \ ldots n -1 \ \ z_n & = 0 \ end (align)

Contoh

interpolasi spline Linear

Mempertimbangkan masalah mencari linear untuk spline

f (x) = e ^ (-x ^ 2)

dengan knot

(x_0, f (x_0)) = (x_0, y_0) = \ left (-1, \ e ^ (-1) \ right) \, \!

(x_1, f (x_1)) = (x_1, y_1) = \ left (- \ frac (1) (2), \ e ^ (- \ frac (1) (4)) \ right) \, \!

(x_2, f (x_2)) = (x_2, y_2) = \ left (0, \ 1 \ right) \, \!

(x_3, f (x_3)) = (x_3, y_3) = \ left (\ frac (1) (2), \ e ^ (- \ frac (1) (4)) \ right) \, \!

(x_4, f (x_4)) = (x_4, y_4) = \ left (1, \ e ^ (-1) \ right) \, \!

Setelah langsung menerapkan spline rumus, kami mendapatkan spline berikut:

S (x) = \ left \ (\ begin (matrix) e ^ (-1) + 2 (e ^ (- \ frac (1) (4)) - e ^ (-1)) (x +1) & x \ in [-1, - \ frac (1) (2)] \ \ e ^ (- \ frac (1) (4)) + 2 (1-e ^ (- \ frac (1) (4)) ) (x + \ frac (1) (2)) & x \ di [- \ frac (1) (2), 0] \ \ 1 + 2 (e ^ (- \ frac (1) (4)) -1 ) x & x \ in [0, \ frac (1) (2)] \ \ e ^ (- \ frac (1) (4)) + 2 (e ^ (-1) - e ^ (- \ frac ( 1) (4))) (x-\ frac (1) (2)) & x \ di [\ frac (1) (2), 1] \ \ \ end (matrix) \ right.

Fungsi yang spline (garis biru) dan fungsi ini approximating (merah strip) adalah grafik di bawah ini:

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/f2/Linearspline.png

MAKALAH MATEMATIKA LANJUT 2

INTERPOLASI  SPLINE

DI SUSUN OLEH :

AGUNG DWI.H.  [10107073]

M.ARIF IRAWAN [

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Guru dan semua pelajar diminta mempersiapkan diri

Desember 2, 2009 at 12:26 pm (Uncategorized)

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh meminta kepada guru dan siswa untuk mempersiapkan diri menjelang dilaksanakannya ujian nasional (UN) pada Maret 2010 mendatang. Waktu pelaksanaan UN dimajukan menjadi Maret 2010 guna memberikan kesempatan kepada siswa yang tak lulus untuk ikut UN ulangan.

“Kalau mau mengikuti ego, tak ada yang namanya UN. Tetapi, kita perlu tes untuk menilai hasil belajar. Di negara mana pun ada tes kelulusan semacam UN,” kata Mendiknas Muhammad Nuh di depan ratusan guru pada peringatan puncak Hari Guru Nasional, di Jakarta, Selasa (1/12), yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Penegasan Mendiknas perlu mendapat perhatian serius terlebih setelah adanya penjelasan atau lebih tepat penegasan soal UN dari Kepala Biro Hukum dan Humas Mahkamah Agung (MA), Nurhadi. Dalam kesempatan terpisah, di Jakarta, kemarin, Nurhadi mengatakan, putusan kasasi MA tidak memerintahkan pelaksanaan UN dihapuskan. “Sebab, pemohon tidak secara tegas meminta UN untuk dihapuskan,” ucap Nurhadi.
Pertentangan pendapatan seputar jadi tidaknya pelaksanaan UN sempat menimbulkan kegelisahan di kalangan siswa mengingat waktu pelaksanaannya tinggal empat bulan lagi. “Untungnya, pemerintah memberi kesempatan kedua lewat UN ulangan. Jadi, tidak terlalu stres,” kata Faras Sapia, siswa kelas 3 SMA Negeri 4 Kota Sukabumi, Jawa Barat, kemarin.
Faras mengungkapkan, sebagian besar siswa sebenarnya tidak setuju UN yang diterapkan pemerintah saat ini dijadikan sebagai dasar utama kelulusan. “Apalagi, proses kelulusan diperhitungkan dalam waktu tiga hari saja selama masa UN,” katanya.
Kondisi serupa ditanggapi kepala sekolah, guru, siswa, orangtua, dan komunitas pendidikan di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Aktivis pendidikan dari Komunistas Masyarakat Tegal (Komit) Moch Holik menilai, UN lebih baik dihapus karena pikiran siswa tidak dapat digeneralisasi.
“Biarkan anak berkembang sesuai dengan bakat dan potensinya. Yang lebih memahami seorang siswa mau diluluskan atau tidak itu pihak sekolah. Oleh karena itu, sebaiknya kembali ke sistem NEM seperti dulu lagi,” kata Holik, di Tegal, kemarin.
Ia berpendapat, masih banyak cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan. “UN bukanlah kebijakan yang tepat, selain sebatas untuk pemetaan kemampuan siswa dan sekolah,” ucap Holik.
Pernyataan senada dikemukakan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam kesempatan terpisah, di Yogyakarta, Senin (30/ 11). Sultan mengatakan, UN sebaiknya tidak dijadikan sebagai syarat kelulusan. UN digunakan hanya untuk identifikasi potensi pendidikan di setiap daerah. “Pendidikan di Jawa dengan luar Jawa saat ini belum dalam kondisi yang sama. Karena itu, UN tidak tepat,” katanya. Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) DIY, Ahmad Zaenal Fanani, di Yogyakarta, Selasa, mengatakan, penerapan UN bukan sebagai alat satu-satunya menentukan siswa lulus sekolah.
Menurut dia, sebaiknya UN jangan dijadikan satu-satunya alat penentuan kelulusan siswa, namun hanya sebagai alat pemetaan saja. Penerapan hasil UN sebagai penentu kelulusan berakibat anak didik, sekolah, dan berbagai kabupaten/kota ingin anak didiknya lulus dengan nilai bagus, sehingga akan melakukan berbagai cara bahkan cara yang kurang sehat. “Jika ini yang dilakukan, generasi muda bangsa mau jadi apa nantinya? Hanya mengejar angka, namun caranya tidak jelas,” katanya.
Pernyataan berbeda dikemukakan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Yonny Kusmaryono. Ia menilai UN penting untuk standardisasi pendidikan nasional.
“Keputusan MA hendaknya disikapi secara bijaksana, bukan dengan serta-merta meniadakan UN,” ucapnya menegaskan.
Menurut Prof Yonny, UN harus dikaji ulang bukan sebagai syarat kelulusan, melainkan pemetaan kualitas pendidikan nasional. Dengan demikian, satu saat nanti Indonesia mempunyai standar pendidikan nasional. “Hasil ujian nasional ini akan menjadi mekanisme internal bagi Depdiknas untuk standardisasi sekolah serta penyusunan data untuk perbaikan kualitas pendidikan,” tuturnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Yonny menyarankan pemerintah agar segera menetapkan apakah UN tahun ini diadakan atau tidak sehingga orangtua tidak bingung.
“Setelah itu harus dicari model standardisasi pendidikan yang diinginkan. Pemerintah harus mempunyai rencana sistemik dalam beberapa tahun untuk meningkatkan kualitas pendidikan dari sekolah dasar hingga SMA dengan alokasi dana yang jelas,” katanya menegaskan. “suara karya ”

Permalink 1 Komentar

Hello world!

Desember 2, 2009 at 12:16 pm (Uncategorized)

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Permalink 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.